Serpih Keinginan

Kemarin, di aula kantor, selepas acara briefing petugas untuk kegiatan minggu depan, saya bersama teman-teman terlibat omongan serius tapi santai. Ya, kami saling mengutarakan keinginan yang mungkin sudah lama terpendam: membuat konten video untuk kantor kami.

Sebenarnya sudah sejak lama harapan itu ada. Tapi, sekali lagi terbentur dengan kesibukan, kesibukan, dan kesibukan. Lah, sementara dalam satu atau dua tahun ke depan ini, kesibukan kami bukannya semakin surut tetapi justru semakin pasang. Wah, sudah kayak air laut saja.. hehe..

Nah, sepertinya sudah tidak njamani lagi kalau dalihnya sibuk. Bukannya sibuk itu harus disyukuri bukan ya? Coba lihat, orang yang ndak punya kesibukan. Mereka pasti dalam hatinya galau, mau ngapain ya… Kalau ada uang, mereka mencari makan, ngemil. Kalau butuh kawan, mereka akan mengajak temannya, biar ada kawan galaunya.. hehe..

Jadi, intinya bersyukur. Kita jalani saja proses ini. Sibuk tidak sibuk, itu tantangan kita untuk bisa mengatur waktu sebaik mungkin. Tantangan untuk bisa mengelola sumber daya yang ada di sekitar kita, baik alam, kawan-kawan, fasilitas, ataupun yang lain.

Semua itu membutuhkan kreativitas. Beruntung, teman-teman di sekeliling saya orangnya kreatif. Cuman, saya melihat mereka membutuhkan sentakan agar kreativitasnya itu menjadi ujud yang bisa dilihat oleh orang lain.

Kembali ke keinginan yang saya sebut di awal tulisan ini. Semoga serpihan keinginan tersebut tidak terhambur tersapu angin sepoi yang kadang melenakan. Jangan sampai. Plis, jangan sampai.

Serpihan kecil keinginan tersebut rupanya menuntut konsekuensi berat: harus belajar membuat skrip dialog, teknik mengambil gambar, mengedit video, hingga copywriting untuk mempromokan videonya.

Oiya, satu yang nggak kalah penting adalah meramu ide. Untungnya, kawan-kawan saya rata-rata sudah memiliki keahlian ini secara built-in. Eh, maksudnya apa? Maksudnya, kemampuan itu seperti sudah ditanamkan Tuhan sejak mereka lahir. Jadinya, gak perlu lagi susah-susah belajar meramu ide.

Jadi?

Ya jadilah…

Tinggal bagaimana menjaga serpih keinginan ini menjadi nyata, besar, lalu bermanfaat bagi institusi kami.

Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.