(Ingin) Menjadi Pelari Instan

Saya telat mendapatkan kabar mengenai perhelatan acara lari 10 kilometer di kampung halaman saya, yakni Blora Run 2019. Pasalnya, info di kalender even di web pemkab saya, tertera tanggal pelaksanaannya itu bertepatan dengan kegiatan saya di luar kota. Tentu saja saya tidak bisa mengikutinya. Nah, dua hari yang lalu, seorang kawan saya mengabarkan bahwa lomba lari 10K dan 5K baru akan dihelat pada akhir pekan ini. Saat postingan ini saya tulis, waktu persiapan tinggal lima hari lagi.

Saya pun segera mencari info mengenai kegiatan Blora Run 2019 ini. Beruntung di grup whatsapp alumni Smansa Blora ada satu anggota yang berbaik hati membagikan info mengenai hal ini. Ternyata pendaftaran dibuka hingga 13 Desember. Artinya, pada saat saya mendapat info tersebut, pendaftaran sudah ditutup. Akhirnya saya menanyakan langsung, siapa tahu masih ada kesempatan untuk ikut berpartisipasi.

Benar, info yang saya dapatkan selanjutnya ialah bahwa pendaftaran diperpanjang hingga tanggal 20 Desember nanti. Semangat, hari ini saya harus mendaftar!

WhatsApp Image 2019-12-17 at 03.45.30

Sebenarnya saya sudah pernah mengikuti kegiatan serupa, yakni lari 10K di event yang sama, tahun lalu. Sayangnya, saat itu saya tidak ikut mendaftar dan mengikuti larinya pun antara niat atau tidak. Awal kedatangan saya ke even tersebut ya memang hanya ingin menonton keseruannya seperti apa. Pada saat di lokasi, kok ternyata seru. Ah, ikut saja. Walhasil, saya bisa menyelesaikannya meski berada di posisi buncit, alias terakhir. Hehe.. Tapi bagi saya, itu adalah sebuah pencapaian. Belum pernah saya lari menembus angka hampir 10  kilometer (di aplikasi strava saya tercatat 9,8 km).

WhatsApp Image 2019-12-17 at 03.45.30(2)

Nah, tahun ini saya akan mencobanya lagi. Tentu saja dengan harapan tidak finish di urutan terakhir. Hehe.. Walaupun tiket pendaftarannya naik dua kali lipat, saya akan mencoba mendaftar. Kalau dulu tiketnya cuman lima puluh ribu, sekarang menjadi 100 ribu rupiah. Maklum, dulu total hadiah 75 juta, sekarang menjadi 100 juta.

Lalu yang jadi persoalan saya saat ini adalah bagaimana saya mesti berlatih mempersiapan diri di ajang yang sebenarnya bukan bidang saya. Kemarin, hari Senin, saya nekat saja untuk berlatih. Di lapangan Kridosono, selepas jam kantor, saya memacu diri untuk mencapai target-target berlari.

Berlari di lintasan putar sebenarnya sangat membosankan. Ketika putaran keempat saja, saya membayangkan mau menyelesaikan delapan putaran, rasanya sudah tidak semangat. Terlintas di benak, “Di putaran ini saja sudah ngos-ngosan, bagaimana bisa sampai putaran ke delapan?”

Saya mencoba berlari konsisten, bisa tidak untuk mencapai delapan putaran atau lebih. Di antara sekian banyak orang yang berhambur untuk mencari keringat, saya seringkali mendahuli mereka. Tapi sering juga anak-anak muda yang memiliki semangat dan kemampuan lari lebih, melintas mendahului saya. Bahkan, ada seorang pelari yang melakukan overlap terhadap saya.. Hehe, kayaknya dia bakal ikut juga Blora Run di akhir pekan ini.

WhatsApp Image 2019-12-17 at 03.45.30(1).jpeg

Sisa waktu yang hanya lima hari ini harus saya manfaatkan betul untuk mempersiapkan diri menuju Blora Run 2019. Ini rencana saya, yang selanjutnya saya sebut sebagai persiapan instan. Namanya juga ingin menjadi pelari dengan cara instan tetapi dengan latihan dan konsisten. Eh, siapa tahu bisa menjadi gaya hidup.

17 Desember. Selasa pagi, lari dengan tempo singkat tetapi dengan laju yang dipercepat. Mungkin 15 menit sudah cukup untuk memanaskan pagi ini nanti. Lalu sorenya, melakukan latihan lari dengan fokus daya tahan, paling tidak waktunya 40 sampai 50 menit.

18 Desember. Rabu pagi dan sore, masih dengan skema yang sama dengan hari sebelumnya.

19 Desember. Kamis, rencananya puasa. Jadi, latihan larinya dilakukan pada sore hari dengan target di Lapangan Kridosono sebanyak 10 putaran.

20 Desember. Jumat, larinya di pagi hari selepas subuh. Lakukan latihan seperti

21 Desember. Sabtu pagi lari-lari kecil saja, jogging tipis-tipis saja.

22 Desember, inilah saatnya untuk beraksi di perhelatan Blora Run 2019.

Itu saja dulu, semoga program latihannya berhasil dengan tentu saja mengimbangkan asupan nutrisi selama menjalani program latihan. Nanti, setelah saya berhasil mengikuti kegiatan Blora Run 2019, catatannya akan saya sampaikan di blog ini. Sekaligus mengaktifkan kembali seremoni menulis kecil-kecilan.

Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.