Push Yourself

Setiap orang memiliki cita-cita yang mungkin dia sendiri masih bingung bagaimana mendefinisikannya. Namun, sebenarnya banyak juga orang yang sudah memiliki gambaran jelas tentang mimpi-mimpi yang ingin diwujudkannya. Kali ini, saya ingin menuliskannya dari sudut pandang yang lain. Walaupun saya yakin beberapa sudah pernah mengetahui pandangan ini. Saya hanya menuliskannya ulang.

Bagaimana kita mendefinisikan cita-cita kita adalah sebuah teknik sederhana yang mungkin ada banyak pendekatannya. Menurut saya, berdasarkan bacaan yang pernah saya telaah, adalah membuat gambaran diri kita yang seperti apa yg kita inginkan. Gambaran tentang seorang kita yang akan dikenang orang lain ketika kita sudah tiada.

Lho, kenapa juga kita memikirkan sesuatu yang ada di masa kita sudah tiada? Ya, karena kita sebenarnya hidup lebih lama, setidaknya di pikiran dan ingatan generasi di bawah kita. Jika gambaran diri kita jelek, niscaya selamanya akan jelek. Kita tak mampu lagi membenahinya. Ibarat tugas, kita sudah men-submitnya sehingga tak lagi bisa kita perbaiki. Sekalipun kita tahu ada jawaban yang salah.

Begitulah, kita harus mencoba untuk meraih kesan akhir diri kita yang baik. Ketika orang-orang memandang kita baik, doa mereka mengalir tak terbendung. Karya-karya atau bahkan cerita hidup kita akan mereka kenang dan jadikan teladan serta sumber inspirasi. Hingga menjelmalah narasi nubuwah tentang amal manusia yang tak pernah putus: anak sholih yang mendoakan orang tua, ilmu yang bermanfaat, serta amal jariyah.

Mencapai akhir yang baik tentu bukan perkara yang mudah. Saya mereka-reka sebuah dogma “push yourself.” Ya, kita mesti mendorong diri kita sendiri untuk menjadi sosok yang kian lebih baik. Hari ke hari.

Push yourself berarti menciptakan motivasi bagi diri sendiri untuk melakukan hal-hal positif demi meningkatnya kapasitas diri. Setidaknya ada dua sisi yang sangat berguna: soft skill dan hard skill. Keduanya harus unggul demi perwujudan diri kita yang terbaik. Be the best version of you!

Jadi, apapun citra diri positif yang ingin Anda capai sebagai manifestasi mimpi dan cita-cita, tetaplah push yourself. Disiplin, disiplin, dan disiplinlah. Jangan takut meminggirkan medsos jika Anda ingin fokus. Saya pun masih belajar untuk push yourself ini. Hehe..

Semarang, 9 Feb 2020

Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.