Nikmat Sakit

Judulnya seperti paradoks. Ya, sekilas bertentangan tetapi sejatinya ada sedikit benarnya. Di mana-mana, bagi siapa saja, tentu yang namanya sakit tidak ada enaknya. Lalu, nikmat dari mana?

Oleh karena itu, saya mencoba mengajak teman-teman semua untuk melihat dari sisi yang lain. Ada ndak hal positif yang bisa kita dapatkan dari sakit itu. Sebagai misal, jika kita sudah menyadari bahwa sakit itu menggugurkan dosa, tentu kita akan berterima kasih kepada Allah. Sembari tentu saja memperbanyak rapalan lafaz istighfar.

Hari ini saya pun mengalami sedikit ketidaknyamanan. Ya, pinggang bagian belakang rasanya sakit. Entah pegal atau ada masalah organ dalam, semoga Allah segera berikan kesembuhan. Sebenarnya kemarin sudah sedikit saya rasakan. Menjelang tidur, saya berharap semoga penat sirna ketika nanti bangun. Bismillah sajalah..

Lha kok pas bangun rasanya pinggang belakang pegel sekali. Walau begitu, pagi tadi tetap saya paksakan untuk beraktivitas. Mengecat pagar, juga mengelap kendaraan. Lanjut ke percetakan, mengecek pesanan. Rencana mau mampir perpustakaan daerah, tapi urung. Padahal sudah markir kendaraan di depan gedungnya, lho. Ah, pikiran saya ketika itu pengin istirahat dulu aja. Niatan sore ini untuk besik (membersihkan) makam bapak pun sepertinya saya tunda dulu. Liat dan rasakan sikon pinggang dulu ya, hehe…

Ya, begitulah rasa tak nyaman yang saya alami hari ini. Semoga beneran ini lantaran dosa dan salah saya yang digugurkan Allah dengan caraNya yang indah.

Lalu, nikmat lain yang saya rasakan adalah kesempatan untuk membaca lebih, juga membuat coret-coret yang sederhana ini. Hehe.. Lha mau apa lagi, posisi paling nyaman untuk kondisi saat ini adalah dengan berbaring. Ya, tiru-tiru anak milenial, yang katanya biarpun sambil rebahan tapi tetap bisa produktif. Entah, produktif apa saja itu, saya kurang tau. Hehe..

Yang jelas, momen untuk membaca dan membuat tulisan, walaupun tidak jelas seperti saat ini, bagi saya adalah sebuah kenikmatan. Nikmat yang sangat luar biasa, bahkan. Tidak kalah dengan nikmat luar biasa Tuhan lainnya, seperti menghirup udara, melihat warna-warni alam sekitar, juga bisa tetap mengingatimu. Iya, kamu.. hehe..

Cheers

Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.