Terapi Menulis

Saya bersyukur, diberi nikmat oleh Allah berupa kesukaan untuk mengungkap rasa dan pikir melalui tulisan. Walaupun saya sadar sepenuhnya bahwa tulisan saya ini tidaklah cukup berkualitas. Harap dimaklumi saja demikian karena memang konten yang saya usung tidak memuat bobot yang mumpuni. Seperti misalnya, analisis yang didasari fakta ilmiah, kutipan-kutipan yang populer, dan sebagainya.

Kesyukuran ini pulalah yang menuntun jemari saya untuk menulis di malam ini. Mengapa sampai semalam ini belum tidur? Hehe, saya sudah terlalu lama menginap di hotel (hampir dua minggu) tanpa bertemu istri dan anak-anak.

Jadi, bukan hal yang aneh jika saya mengalami insomnia detik ini. Hehe.. Bahkan, tulisan ini saya ketik di atas hape saya sembari duduk di sofa lobby hotel. Wow, sekalian saya melewatkan pergantian hari pada tengah malam ini.

Alhamdulillah saya bisa melakukan sedikit hal positif: melakukan terapi menulis. Sebenarnya selain postingan ini, saya juga menulis di laman yang lain. Jadi, ini ceritanya adalah tulisan kedua.

Mengapa saya katakan menulis ini adalah sebuah terapi? Karena, ini menurut pemikiran dangkal saya ya, menulis itu bisa memfokuskan otak pada satu titik tertentu yang ternyata bisa mengurangi rasa tidak enak di bagian otak yang lain. Rasa tidak enak seperti apa?
Kangen keluarga, itu salah satu contohnya. Kepikiran pekerjaan yang belum selesai, itu contoh yang lain.

Terbukti, saya mulai mengantuk… Tidur dulu ya guys..

Dipublikasi di Catatan | Meninggalkan komentar

Lompatan Nasib

Nasib kita sudah ditentukan. Benarkah demikian? Memang benar, karena itu semua sudah tercatat pada sebuah catatan bernama Lauh Mahfuz. Tetapi, kita masih bisa mengubah catatan nasib tersebut, tentu saja dengan ihtiar dan doa kepada Sang Pemilik Catatan itu. Apakah benar hanya dua hal itu saja yang kita butuhkan? Ihtiar dan doa? Sepertinya memang demikian. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Catatan, Cerita Inspirasi | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Metode Menghafal Quran

220px-Opened_Qur'an[1]Beberapa waktu lalu, keluarga kakak saya datang berkunjung ke kampung. Salah satu anaknya yang sekolah di pondok, mengaku sudah hafal 11 juz. Padahal dia baru naik kelas delapan. Dalam hati saya sangat bangga, ada keluarga saya yang dalam usia sebelia itu sudah bisa menghafal Quran sebanyak itu. Demikian pula adiknya yang baru naik kelas empat yang sudah hafal tiga juz. Lebih terpana lagi saya ketika saya mencoba memberi soal hafalan. Saya membaca sebuah ayat, kemudian saya meminta mereka untuk melanjutkannya. Kedua anak kecil itu bisa melanjutkan ayat yang saya bacakan. Masya Allah

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Catatan, Cerita Inspirasi | Tag , , | Meninggalkan komentar

Memutus Kebiasaan

 

Good-Habits-520x359[1]

Courtesy of happy-creative.co.uk

Setelah beberapa pekan saya tidak melakukan aktivitas blogging, salah satu bentuk menulis yang saya gemari, ternyata ada sedikit yang mengganjal saya rasakan. Ganjalan itu adalah rasa tersendat ketika saya hendak menuangkan isi kepala. Pikiran sudah mulai berjalan, tetapi jemari seperti meminta kepala untuk berpikir ulang sebelum menuliskan kalimat. Ya, tiba-tiba melintas di benak saya bahwa saya mulai kurang lincah menulis. “Eh, emang kamu meng-klaim dirimu lincah menulis?” celetuk dalam hati saya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Catatan, Cerita Inspirasi | Tag | Meninggalkan komentar

Buah Simalakama Kemkominfo

Sedang ramai di mana saja, utamanya di jagat medsos, bahwa Kementrian Komunikasi dan Informasi RI mengeluarkan instruksi blokir untuk aplikasi pesan bernama Telegram. Sampai saat ini, tahap blokir masih di tataran layanan berbasis webnya. Untuk layanan yang tertanam di perangkat mobile, hingga tulisan ini saya buat, masih berfungsi normal. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Catatan | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Tidak Jadi Memposting

Sebenarnya, pagi ini saya sudah menyiapkan sebuah topik yang menarik untuk ditampilkan di blog ini. Sayang, dari sisi privasi dan sekuriti, saya menilai ini kurang pas momennya. Justru, ada beberapa hal yang menurut saya bisa diambil hikmahnya atas ketidakjadian saja memposting sebuah topik.

Hikmah pertama, kita harus berpikir berkali-kali untuk memposting sebuah tulisan. Tulisan itu bisa jadi bermanfaat, bisa jadi tidak. Orang yang hanya berpikir sekali untuk melakukan sesuatu, itu tingkatannya manusia awam. Tetapi orang yang berpikir dua kali atau lebih, dia masuk tingkatan bijaksana.

Hikmah kedua, sebagai dasar berpikir, bisa digunakan hukum aksi reaksi. Ketika kita melakukan sebuah aksi, apapun itu, niscaya akan ada reaksinya, baik langsung atau tidak. Nah, gunakan ini sebagai dasar berpikir.

Hikmah ketiga, jika kita kebanyakan berpikir, sangat mungkin terjadi kita akhirnya tidak melakukan apa-apa. Apa iya? Memang sih seringkali seperti itu, tetapi ada baiknya jika kita mencoba alternatif lain: tetap beraksi tapi dalam formasi yang lain.

Sekian dulu curcol pagi ini.. Semangat!

Dipublikasi di Catatan | Meninggalkan komentar

Ringkasan Buku Bermutu yang Paling Ringkas

Anda kenal James Clear? Orang ini salah satu penulis yang menurut saya sangat produktif, terutama di dunia digital. Nah, salah satu karyanya yang dia pampang di websitenya adalah mengenai ringkasan dari buku-buku kelas dunia yang sudah dia telaah. Saya ikut menyimaknya dan memang ringkasan yang tersaji di sana benar-benar padat. Bisa jadi, kalimat-kalimat yang menyusun ringkasan itu adalah benar-benar intisari dari buku-buku berat nan bermutu yang sudah James baca.

Kita semua bisa turut membaca ringkasan-ringkasan tersebut di laman ini:

Book Summaries: Popular Books Summarized in 3 Sentences or Less

Berikutnya, selamat menyimak ya di link tersebut…

Dipublikasi di Catatan | Tag | Meninggalkan komentar

Stagnasi Kualitas Tulisan

Kemarin saya menghabiskan satu buku karangan Pak Much. Khoiri yang berjudul “Rahasia Top Menulis.” Melalui buku itu saya mencoba mencari wawasan pengetahun tentang dunia tulis-menulis. Wawasan mengenai hal ini saya anggap penting karena saya ingin bisa menulis dalam arti yang sebenarnya. Jujur saja, sejauh ini saya hanya menulis seperti di blog ini sekadar menggoreskan catatan-catatan remeh yang melintas di benak. Selebihnya, mungkin belum sampai tingkatannya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Bahasa, Catatan | Tag , , | Meninggalkan komentar

Lailatul Qodar Belum Lewat

Katanya tadi malam adalah malam lailatul qodar (selanjutnya saya sebut lailatul qodar saja, karena laila sendiri dalam bahasa Indonesia berarti malam). Informasi itu beredar tidak hanya pada satu grup whatsap saya. Masing-masing memiliki versinya sendiri, dengan membawa dalil-dalil yang memang kesemuanya sahih. Terima kasih untuk rekan-rekan whatsap yang sudah mengingatkan saya. Semoga Allah tambahkan untuk Anda semua kebaikan yang berlipat di bulan yang penuh keistimewaan ini. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Agama, Catatan | Tag , | Meninggalkan komentar

Verba Volant, Scripta Manent

Ungkapan latin pada judul tulisan ini berarti “ucapan akan hilang, namun tulisan tak akan hilang.” Saya mendapatkan ungkapan ini dari tulisan Pak Anies Baswedan ketika memberi resensi pada buku Pak Prijanto yang berjudul “Andaikan Aku atau Anda, Gubernur Kepala Daerah.” Sebagai informasi, kala  buku itu diterbitkan, tahun 2011, Pak Anies adalah seorang akademisi (Rektor Universitas Paramadina) sekaligus penggiat Gerakan Indonesia Mengajar. Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah, apakah ungkapan tersebut masih relevan di zaman serba digital sekarang? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Bahasa, Catatan | Tag , | Meninggalkan komentar