Ringkasan Buku Bermutu yang Paling Ringkas

Anda kenal James Clear? Orang ini salah satu penulis yang menurut saya sangat produktif, terutama di dunia digital. Nah, salah satu karyanya yang dia pampang di websitenya adalah mengenai ringkasan dari buku-buku kelas dunia yang sudah dia telaah. Saya ikut menyimaknya dan memang ringkasan yang tersaji di sana benar-benar padat. Bisa jadi, kalimat-kalimat yang menyusun ringkasan itu adalah benar-benar intisari dari buku-buku berat nan bermutu yang sudah James baca.

Kita semua bisa turut membaca ringkasan-ringkasan tersebut di laman ini:

Book Summaries: Popular Books Summarized in 3 Sentences or Less

Berikutnya, selamat menyimak ya…

Dipublikasi di Catatan | Tag | Meninggalkan komentar

Stagnasi Kualitas Tulisan

Kemarin saya menghabiskan satu buku karangan Pak Much. Khoiri yang berjudul “Rahasia Top Menulis.” Melalui buku itu saya mencoba mencari wawasan pengetahun tentang dunia tulis-menulis. Wawasan mengenai hal ini saya anggap penting karena saya ingin bisa menulis dalam arti yang sebenarnya. Jujur saja, sejauh ini saya hanya menulis seperti di blog ini sekadar menggoreskan catatan-catatan remeh yang melintas di benak. Selebihnya, mungkin belum sampai tingkatannya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Bahasa, Catatan | Tag , , | Meninggalkan komentar

Lailatul Qodar Belum Lewat

Katanya tadi malam adalah malam lailatul qodar (selanjutnya saya sebut lailatul qodar saja, karena laila sendiri dalam bahasa Indonesia berarti malam). Informasi itu beredar tidak hanya pada satu grup whatsap saya. Masing-masing memiliki versinya sendiri, dengan membawa dalil-dalil yang memang kesemuanya sahih. Terima kasih untuk rekan-rekan whatsap yang sudah mengingatkan saya. Semoga Allah tambahkan untuk Anda semua kebaikan yang berlipat di bulan yang penuh keistimewaan ini. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Agama, Catatan | Tag , | Meninggalkan komentar

Verba Volant, Scripta Manent

Ungkapan latin pada judul tulisan ini berarti “ucapan akan hilang, namun tulisan tak akan hilang.” Saya mendapatkan ungkapan ini dari tulisan Pak Anies Baswedan ketika memberi resensi pada buku Pak Prijanto yang berjudul “Andaikan Aku atau Anda, Gubernur Kepala Daerah.” Sebagai informasi, kala  buku itu diterbitkan, tahun 2011, Pak Anies adalah seorang akademisi (Rektor Universitas Paramadina) sekaligus penggiat Gerakan Indonesia Mengajar. Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah, apakah ungkapan tersebut masih relevan di zaman serba digital sekarang? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Bahasa, Catatan | Tag , | Meninggalkan komentar

Catatan Ringan untuk Buku “Andaikan Aku atau Anda, Gubernur Kepala Daerah”

sampul andaikan.pngBuku yang akan saya kupas sedikit ini dapat dikatakan buku lama. Diterbitkan pada akhir 2011, menjelang Pilkada DKI tahun berikutnya. Namun, relevansinya masih saya rasakan hingga saat ini. Mengapa demikian, karena buku ini ditulis oleh wakil gubernur Jakarta kala itu, bapak Prijanto atau yang biasa disapa Bang Pri. Lebih menarik karena beliau memiliki latar belakang militer tetapi memiliki minat lebih dalam hal menulis. Lahirlah tulisan yang sebagian besar berisi ‘daging’ ini.

Dalam kacamata saya, buku ini sangat bagus karena memuat teladan-teladan yang dilukiskan langsung oleh pelakunya. Teladan ini sangat jarang ditemukan mengingat teladan ini diterapkannya di tataran tinggi birokrasi: teladan seorang wakil gubernur. Teladan ini sangat kaya nilai, ada yang berupa sikap, pemikiran (baca: falsafah hidup), dan tindakan nyata. Latar belakang dan pengalamannya di dunia militer menjadi nilai tambah kualitas buku ini. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Bahasa, Catatan | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Kelemahan Kita

Setiap manusia diciptakan dalam kondisi tidak berdaya. Bahkan tanpa busana awalnya. Ya, bukankah manusia dilahirkan oleh ibunya dalam kondisi telanjang dan membutuhkan bantuan orang lain? Jadi, tidak ada manusia yang tidak punya kelemahan. Hanya saja, seiring berjalannya waktu, setiap manusia mendapatkan kelebihan-kelebihan yang ternyata bisa menutupi kelemahannya. Sekali lagi, menutupi kelemahan, bukan menghilangkan kelemahannya. Kalaupun bisa menghilangkannya, pasti tidak bisa 100 persen. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Catatan | Tag , | Meninggalkan komentar

Produktivitas di Hotel

Sebagai pegawai BPS, mau tidak mau saya harus mengikuti semua tugas yang diamanahkan kepada saya. Salah satu tugas itu adalah mengikuti pelatihan. Nah, kalau pelatihan biasanya kami para peserta diinapkan di hotel. Termasuk kali ini saya mengikuti pelatihan Survei Kerangka Sampel Area (KSA) di Salatiga. Pelatihan diselenggarakan di Hotel Laras Asri.

Berbicara menginap di hotel, saya perlu mengulik sedikit tentang produktivitas saya di hotel. Apa saja yang saya lakukan untuk mencapai apa yang saya anggap sebagai sebuah bentuk produktivitas. Jadi, jangan heran kalau ada teman-teman mengajak jalan-jalan keluar, saya justru lebih memilih mengurung diri di kamar. Untuk apa? Untuk mencapai produktivitas versi saya pribadi. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Catatan | Tag , | Meninggalkan komentar

Consistency Is The Key

Wuih, judulnya pakai bahasa Inggris. Ndak papa, biar kekinian sedikit. Meskipun isinya juga masih menggunakan bahasa Indonesia yang sedikit baik dan agak benar. Hehe… Kali ini saya akan menulis sedikit tentang konsistensi. Tapi tentu saja tidak to the point. Ada sedikit cerita yang ingin saya rangkai di postingan pagi ini. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Catatan | Meninggalkan komentar

Gratis Dahulu Bayar Kemudian

Judul postingan kali ini akan membahas tentang kursus online. Ya, beberapa tahun yang lalu kursus online yang gratis dengan dengan konsep MOOC (massive open online course) bertaburan di dunia maya. Saya pun sempat mencicipi serunya belajar ilmu-ilmu akademis dari kampus ternama dunia secara gratis melalui platform tersebut. Tahun berganti tahun, yang dulu gratis sekarang berbayar. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Akademik, Catatan | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Resep Merk Jadi Terkenal

Bicara merk, sejatinya di dunia ini banyak sekali merk. Ribuan, jutaan bahkan. Namun, saya yakin hanya beberapa saja yang Anda ingat. Bila disebutkan sepeda motor, barangkali ada lima atau enam yang bisa Anda sebut dengan lancar. Ya, seperti itulah contohnya. Mengapa bisa demikian? Ternyata ada sebab musababnya dan tentu saja ada cara untuk meniru bagaimana agar brand atau merk kita bisa juga terkenal di antara pesaing-pesaing yang lain. Apa saja itu? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Catatan, Terjemah | Tag , , | Meninggalkan komentar