Tips Menulis Bang Tere

Siapa tidak kenal Tere Liye? Pria penulis novel laris ini merupakan sosok yang sangat berpengaruh di dunia sastra Indonesia saat ini. Karya-karyanya digandrungi banyak kalangan dan beberapa sudah dan akan naik ke layar kaca. Tak heran, karena memang setiap rangkaian kata dalam novelnya seakan memiliki daya magis tersendiri yang dapat menghipnotis pembacanya. Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di Catatan | Meninggalkan komentar

Survei Tercepat

Tidak main-main. Agenda kami hari ini luar biasa. Kami menyelenggarakan survei hasil pelaksanaan reformasi birokrasi (SHPRB) dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Survei ini kami lakukan secara mandiri, yang mau tidak mau pasti ada faktor biasnya. Bagaimana tidak, seorang responden ketika kita mintai pendapatnya mengenai diri kita, secara face to face, tentu saja ada unsur subyektivitas untuk menutupi kekurangan kita.

Poin yang akan saya angkat bukan di bagian itu. Tetapi lebih kepada mekanisme bagaimana tim kami di BPS dapat menuntaskan survei ini dalam satu hari, mulai dari pelatihan petugas, pencetakan kuesioner, pembuatan surat tugas, penentuan sampel, alokasi petugas, pendataan, pemeriksaan, editing-coding, hingga pengiriman data. Namun, untuk pengiriman data perlu saya sampaikan bahwa kami tidak mengolahnya sendiri. Jadi, kami melakukan scan atas kuesioner-kuesioner yang sebanyak 30 dokumen itu dan mengirimkannya ke BPS di Jakarta melalui email.

Pelatihan dilakukan melalui briefing singkat selama kurang lebih satu setengah jam yang dimulai pada pukul 8 pagi. Dipimpin langsung oleh Kepala kantor, semua pegawai organik menyimak penjelasan beliau mengenai teknis SPHRB. Perlu juga kami sampaikan bahwa pembelajaran dilakukan secara mandiri dengan berbekal buku pedoman. Jadi, tidak ada satu pun di antara kami yang pernah dilatih sebelumnya di tingkat provinsi mengenai survei ini. Oleh karena itu, semisal ada hal yang kurang jelas, kita gunakan penalaran sendiri dari buku pedoman dan penjelasan di kuesioner.

Dalam briefing itu pula ditentukan kemungkinan responden-responden untuk survei kami. Selanjutnya dari nama-nama atau institusi responden, para petugas dipersilakan untuk mengambil dua responden untuk dimintai datanya. Setelah itu, briefing bubar dilanjutkan dengan bergerak mencari data sesuai sampel yang sudah disepakati. Bersyukur, pengumpulan data tidak harus melulu dengan tatap muka. Bisa melalui telepon atau responden yang mengisi sendiri kuesioner jika memungkinkan.

Saya sendiri mendapatkan jatah responden di SMPN 1 Blora dan SMPN 1 Blora. Saya lihat di buku tamu kunjungan tidak ada nama-nama yang berasal dari kedua sekolah tersebut. Terpaksa, saya harus mengunjungi langsung keduanya. Sayang sekali, hasilnya nihil. Pihak SMPN 1 dan SMAN 1 menyatakan bahwa belum ada guru atau siswanya yang pernah berkunjung ke BPS, atau meminta data ke BPS. Wah…

Akhirnya saya mendapat responden dari salah satu rekanan kerja BPS. Rekanan ini adalah mitra kerja BPS dalam hal perencanaan pembangunan kantor pada tahun-tahun sebelumnya.

Pukul 4 sore, semua dokumen kuesioner sudah terkumpul kembali. Pak kepala bertindak sebagai pengawas membubuhkan paraf atau tanda tangannya. Saya hanya membantu mengecek jika ada isian-isian yang masih terlewat, misalnya dengan memindahkan angka yang dipilih responden ke kotak yang tersedia. Lebih mirip ke proses editing coding, begitulah.

Selesai itu, saya melanjutkan pemindaian kuesioner dan membuatnya dalam format pdf. Total ada 30 berkas pdf yang masing-masing merupakan representasi dari setiap responden. Email pun kami kirim, tepat sesaat masjid dekat kantor kami menyerukan iqomatnya. Alhamdulillah, saya pun bisa mengejar jamaah magrib.

Pengalaman yang seru. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil, salah satunya adalah tidak sedikitnya kekurangan kita di mata pengguna data. Saatnya berubah, kawan!

Dipublikasi di Catatan | Meninggalkan komentar

Pada Sebuah Pintu

Karena maksiat sekuku rasa bijaksana menjadi beku
Karena aib tersimpan lalu merasa aman
Tapi ternyata aman itu cuma semu
Toh kepada mati serasa melihat hantu

Mati itu kepastian, kenapa jua engkau alpa
Mati itu pintu keabadian, kenapa jua engkau enggan menatap
Mati itu…
Aku belum mati, belum bisa berkata-kata

Ya Allah, entahlah, nasib keabadian apa yang kan Engkau anugerahkan
Ya Allah, semua itu rahasia-Mu
Kami hamba-Mu, hanya bisa berharap pada welas asih-Mu

Lancang rasanya kami berharap surga sementara kami berkaus neraka
Kurang ajar mendamba bahagia sementara jiwa menimbun dosa biang nestapa
Munafik rasa hati mengaku cintai Engkau tapi menjawab seruan-Mu justru abai

Ya Rabb, Dzat yang mengilhamiku cinta
Jika Engkau terima cintaku, cukupkan cintaMu pada mereka yang kucinta
Hingga kapan pun
Hingga waktu yang tiada bisa dijangkau kata dan hawa manusia

Terimalah mahar lantunan ayat-ayat-Mu
Walau kusadar itu tiada apanya di sisi-Mu
Terimalah nyanyian pilu penyesalanku
Walau kusadar itu tiada apanya di sisi-Mu

Tapi kuyakin, Engkau cipta aku dengan setitik titik titik titik maksud
yang hingga aku melewati pintu terakhir pun tiada aku kan tahu
Orang yang menyaksiku kala itu pun hanya bisa menduga
Pelajaran apa yang bisa diambil

Serasa sembilu ketika berharap pada makhlukMu lalu sirna
Tapi mengapa tiada sembilu ketika berharap pada Engkau lalu sirna harapan itu
Apakah kami mengira Engkau angin lalu
Yang kelak tiba-tiba kami menangis meraung pilu kala tiba masa itu

Ah sudahlah
Cintai orang-orang yang kucinta
Sedalam aku yang bahkan tak tahu bagaimana menalarnya

Ku tetap meminta karena pada siapa lagi kalau bukan pada Engkau
Ku terus meminta karena Engkau tak pernah jemu
Ku terus meminta karena pintaku tiada besarnya bagiMu

Walau bagi kami makhluk sekecil kecil kecil ini, pinta itu amatlah besar
Walau kami pikir dan rasa, Engkau sudah beri lebih dari yang kami minta
Walau kami paham, Engkau sudah penuhi hidup kami sebelum kami merasa punya hak hidup

Ampuni kami Ya Allah, yang maha pengampun
Orang tua kami, anak-anak kami, isteri-isteri kami, saudara-saudara kami
Hujanilah dengan setitik cintaMu

Dunia dan akhirat

Blora, 17 Mei 2016

Dipublikasi di Catatan | Meninggalkan komentar

Banyak Cerita Terlewat

Saya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa kecuali diri saya sendiri. Apa pasal? Ya, lantaran saya enggan (baca: menulis), jadinya banyak cerita penuh hikmah dan pelajaran yang terlewat tidak saya titipkan di sini. Bukan karena saya ingin sok jago menulis blog, karena sungguh saya tidak jago, tetapi sekadar ingin mencatatkan peristiwa yang kelak bisa saya kenang dan perbarui hikmahnya di dalam jiwa. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Catatan | Meninggalkan komentar

Ketika Malas Menulis

Ya akhirnya saya mencoba fitur voice typing milik Google. Mari kita lanjutkan dengan mengetik menggunakan Voice Typing. Artinya kita mengetik tidak lagi menggunakan jari-jemari tetapi menggunakan mulut. Ah sepertinya ini akan sangat memanjakan orang-orang yang malas menulis. Bagaimana tidak, orang yang ahli menulis dengan teknik 10 jari akan kalah cepat dengan orang yang menggunakan fitur voice typing ini. Seperti halnya pada kesempatan ini, saya menggunakan fitur voice typing milik Google. Ternyata enak juga. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Catatan | Meninggalkan komentar

Pusdiklat BPS ke STIA LAN Siang Ini

Ini adalah satu hari yang berkesan bagi saya. Ada acara penutupan diklatpim sekaligus pengumuman kelulusan. Ada rasa bahagia begitu dinyatakan lulus. Syukur sebanyak-banyaknya kepada Allah karena saya diluluskan-Nya. Terima kasih pada semua pihak yang telah membantu kami selama proses diklat ini.

Selepas penutupan, beberapa di antara kami pergi ke Balai Bahasa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Lembaga Administrasi Negara (LAN). Keperluannya adalah mengikuti ujian ulang bahasa Inggris karena nilai minimalnya belum tercapai saat ujian bersama sekitar dua bulan yang lalu. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Catatan | Meninggalkan komentar

Iseng Uji Kecepatan Internet

Malam ini, di Pusdiklat BPS, ada dua opsi koneksi internet saya. Pertama pakai jaringan yang disediakan oleh kantor, yang kedua yang disediakan oleh Telkom melalui hotspot wifi.id. Mari kita bandingkan hasilnya…

Cara pertama, saya menggunakan uji kecepatan koneksi Internet yang disediakan oleh Cyberindo di link ini: https://speedtest.cbn.net.id. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Catatan | Meninggalkan komentar

Programmer Polyglot

Pernah dengan istilah polyglot? Pasti pernah, karena istilah ini sering dipakai untuk menunjukkan kejeniusan sekolompok orang yang menguasai empat atau lebih bahasa di dunia ini. Ada yang sekali mendengar kosakata bahasa asing langsung bisa mengingatnya di lain kesempatan. Yang seperti ini biasanya menguasai lebih dari sepuluh bahasa. Wow.. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Catatan, Developer | Meninggalkan komentar

Orang Terkenal yang Tidak Saya Kenal

4e2be022-19c4-4a58-be10-0132ced66b91_169.jpegSaya kaget membaca berita di detik.com mengenai nasib adik dari satrawan terkenal asal Blora, kampung halaman saya, Pramudya Ananta Toer. Adiknya tersebut bernama Soesilo Toer. Jujur, saya pribadi belum pernah menyambangi rumah beliau, meskipun kalau dilihat dari alamatnya, di daerah Jalan Sumbawa, tidak lebih 10 menit sudah sampai ke sana. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Catatan | Meninggalkan komentar

Jika (Tiba-Tiba) Kau Harus Pergi

Tulisan kali ini sedikit bersifat mengajak merenung. Merenung tentang kehidupan kita yang sangat singkat. Jika dihitung dalam tahun, tidak sampai menyentuh angka dengan tiga digit. Ambil saja rata-rata 63 tahun, seperti umur ketika nabi Muhammad wafat.

Perenungan kali ini adalah dengan tujuan agar kita tidak membiasakan sikap menunda, tetapi lebih mengedepankan segera menyelesaikan pekerjaan. Agar tidak ada tanggung jawab tertinggal untuk orang-orang yang ada di sekitar kita. Entah itu teman kita, saudara kita, orang tua kita, anak-anak kita, istri atau suami kita, dan lainnya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Catatan | Meninggalkan komentar